Jumat, 04 Mei 2012

Film Superhero Terbaik

Wire ImageWire ImageFilm “X-Men: First Class” menduduki puncak box office di AS pekan ini. Film-film dengan cerita superhero memang selalu membuat penasaran.

Hollywood selama beberapa tahun terakhir membuat berbagai film yang mengangkat cerita superhero komik dengan anggaran gila-gilaan. Rumah produksi menggunakan teknologi digital tercanggih, sutradara cerdas dan aktor terbaik untuk membuat film superhero bermutu. Hasilnya: sebuah kualitas cerita dan gambar yang mengagumkan.

Meski masa depan film impor Hollywood di Indonesia belum jelas akibat penunggakan pajak oleh para importir film, tak ada salahnya kita melihat film-film superhero terbaik, seperti dikutip dari situs majalah Time, Senin (6/6):

1. “The Incredibles” (2004)

“The Incredibles” sukses menjadi film superhero terbaik selama 10 tahun terakhir. Mengapa? Karena film ini bisa lebih nyata, lebih seru, dan lebih lucu dari film superhero yang lain. Selain itu film ini juga bisa lebih menyentuh dan meninggalkan kesan yang dalam usai menontonnya.

Film yang bercerita soal sebuah keluarga dengan berbagai kemampuan super ini merupakan adaptasi dari karakter di Marvel DC Comics dan diproduksi oleh Pixar Studios.

2. “The Dark Knight” (2008)

Sutradara Christopher Nolan berhasil membuat “The Dark Knight” tampil lebih keras dengan berbagai aksi seru pemerannya.

Di film ini pula akting Heath Ledger mendapat pujian dari banyak pihak. Aktor kelahiran Australia tersebut meninggal dunia akibat penyalahgunaan obat tak lama setelah produksi “The Dark Knight” rampung.

3. “Spider-Man 2” (2004)

Hal yang paling diingat orang dari film “Spider-Man 2” ialah ketika Peter Parker (Tobey Maguire) yang berkostum manusia laba-laba menyelamatkan kereta yang penuh oleh penumpang saat melaju tak terkendali. Dalam film diperlihatkan bagaimana Spider-Man menahan laju kereta dengan kakinya yang berpijak di atas rel. Hal tersebut membuat bantalan rel terkelupas akibat kaki Spider-Man menahan derasnya laju kereta.

Tokoh antagonis Dr. Octopus (Alfred Molina) juga mampu menampilkan sisi bengisnya sebagai penjahat, tapi juga tetap menyimpan rasa humanisnya.

4. “Unbreakable” (2000)

Film superhero yang berbeda dari cerita superhero yang lain. Sutradara M. Night Shyamalan mampu membuat “Unbreakable” menjadi sebuah film thriller psikologis yang mencekam. Akting Bruce Willis mengingatkan kita kepada perannya di film “The Sixth Sense” (1999) yang juga disutradarai oleh Shyamalan.

5. “Superman II” (1980)

Apa yang membuat sebuah film superhero terasa bagus? Salah satunya adalah kostum keren sang jagoan dan musuh yang sulit dikalahkan.
[joker_wire_tasos_katopodis_400]
Joker (Wire Image/Tasos Katopodis)


Di “Superman II” musuh Superman (Christopher Reeve) bukan cuma Lex Luthor (Gene Hackman), tapi juga Jenderal Zod (Terence Stamp) yang menyerbu Bumi. Zod digambarkan menjadi musuh Superman yang tangguh.

Jangan lupakan pula cerita cinta Clark Kent dengan Lois Lane (Margot Kidder) yang klasik, seklasik akting mendiang Christopher Reeve sebagai Superman yang sampai sekarang sulit untuk digantikan.

6. “Blade II” (2002)

Kisah makhluk separuh manusia separuh vampir yang memburu vampir penghisap darah manusia ini dari segi cerita memang tidak terlalu menggigit. Tapi sutradara Guilermo del Toro mampu mengemas konflik antara Blade (Wesley Snipes) dengan anggota pasukan yang dipimpinnya di saat harus melawan sekelompok vampire yang disebut Reapers.

Aksi berkelahi, tembak menembak hingga menebas leher musuh menjadi bumbu utama film ini.

7. “The Rocketeer” (1991)

Cliff Secord (Bill Campbell) bisa dibilang bukan tokoh protagonis yang cerdas atau super kuat. Keunggulannya hanyalah memakai tabung jet di punggungnya dan helm unik bergaya art deco. Tapi film ini menembus box office pada saat itu karena ceritanya yang kuat dan sangat disukai banyak keluarga di AS.

Kisah orang biasa yang punya cita-cita membasmi kejahatan dengan roket uji coba yang ternyata berhasil. Hadirnya Jennifer Connelly muda sebagai Jenny juga menjadi pemanis di film ini.

8. “Batman: Mask of the Phantasm” (1993)

Satu lagi film tentang Batman yang mendapat apresiasi. Meski dibuat dengan format kartun, “Batman: Mask of the Phantasm” dipuji karena penjiwaan para pengisi suaranya.

Terutama Kevin Conroy yang mengisi suara Bruce Wayne dengan suara beratnya. Di film ini Batman harus melawan dua musuh yang sama sulitnya: Joker dan pembunuh berantai Phantasm bertopeng. Plot ceritanya yang kompleks membuat penonton penasaran terhadap setiap adegan berikutnya.

9. “Watchmen” (2009)

Sutradara Zack Snyder membuat penonton bertanya-tanya usai menyaksikan film “Watchmen” garapannya. Seperti apa sosok superhero sesungguhnya? Apakah sosok yang hanya mencari popularitas? Atau sosok “sakit” yang mengenakan topeng lalu menghajar penjahat? Apakah perlu sosok superhero di antara kita?

Andalah yang menjawabnya.

10. “Iron Man” (2008)

Sebelum menjadi Iron Man, Tony Stark (Robert Downey Jr) adalah seorang playboy dan penjual senjata ke militer AS. Sampai tiba masanya ia disandera oleh teroris di gurun pasir, Stark bertransformasi menjadi Iron Man.

Selain kostum merah marun-emas Iron Man yang canggih, aksi pertempuran yang seru dan gadget yang memukau, “Iron Man” dibumbui pula oleh kisah percintaan Stark dengan asistennya Pepper Poth (Gwyneth Paltrow) yang membuat film ini tak bosan untuk ditonton beberapa kali.

yahoo.com

Bincang-bincang Dengan Stan Lee, Legenda Marvel Comics

Stan Lee. (Foto: Matt Carr / GettyImages)Bintang terbesar "The Avengers" sebenarnya bukanlah para jagoan yang menyelamatkan dunia, melainkan pencipta Marvel Comics, Stan Lee. Pelopor komik kelahiran New York itu, kini berusia 90 tahun, berumur panjang untuk dapat mengalami kelahiran komik, menghadapi sensor yang dilakukan oleh Comics Code of America, dan menjadi kaya karena kesuksesan "anak-anaknya" di box office seperti "Iron Man," "X-Men," dan "Spider-Man."

Jika Anda merasa tidak pernah melihat Lee sebelumnya, Anda salah. Dia sering muncul sebagai kameo di beberapa film bersama Iron Man, Hulk, dan Spider-Man — dia juga akan tampil kameo di "The Avengers".

Thelma Adams dari Yahoo! Movies sempat berbincang-bicang dengan sang legenda dunia komik itu pekan ini:

Thelma Adams (TA): Apa kostum favorit di film adaptasi komik-komik Anda?
Stan Lee (SL): Di "Fantastic Four," saya paling terkesan dengan cara aktor Michael Chiklis terlihat seperti The Thing. Dia adalah The Thing, persis. Dan kemudian, tentu saja, Tobey Maguire luar biasa sebagai Spider-Man. Dan tidak ada yang bisa jadi Iron Man lebih baik dari Robert Downey Jr. dan Patrick Stewart sebagai Profesor X. Kita beruntung semua karakter itu diperankan dengan sempurna.

Semuanya hebat. Tapi apakah ada jagoan yang tidak terlalu sempurna?
Yah, ehm, saya rasa Dr. Doom bisa dibuat lebih baik. Saya rasa aktornya sudah hebat, Julian McMahon. Tapi saya merasa interpretasinya tidak sesuai dengan bayangan saya.

Anda muncul di banyak film, termasuk "The Avengers," sering sebagai orang di jalan. Apakah Anda punya kameo favorit?
Saya menyukai semuanya, terutama yang waktu saya tidak boleh menghadiri pernikahan Reed dan Sue di "Fantastic Four." Itu sangat lucu. Saya dikira Hugh Hefner [di "Iron Man"].

Apakah Anda memastikan mereka memasukkan peran kameo Anda di dalam naskah?
Saya penggemar berat kameo, tapi itu bukan ide saya. Saya datang ke studio, dan sang sutradara mengatakan apa yang dia mau. Saya hanya orang bayaran. Alfred Hitchcook memutuskan apa yang ingin dia lakukan, tapi saya menyukai cara ini. Saya tidak pernah tahu apa yang akan terjadi saat mencapai lokasi syuting.

Jika Anda bisa memiliki satu kekuatan super, apakah itu?
Keberuntungan. Karena jika seseorang memiliki itu, dia punya segalanya. Semakin saya berpikir tentang itu, hal tersebut akan menjadi kekuatan paling luar biasa. Jika seseorang menembakmu, pelurunya akan meleset.

Itu sangat cocok dengan citra Anda sebagai pria biasa, sederhana. Anda dibesarkan dalam era depresi ekonomi. Apa kira-kira pendapat orangtua Anda tentang prestasi sejauh ini?
Mengapa saya tidak menjadi presiden Amerika Serikat? Mereka sangat yakin saya bisa meraih jabatan itu.

Di dalam dokumenter, Samuel L. Jackson, yang memerankan Nick Fury di "The Avengers," bilang Anda "mengubah wajah dunia komik." Apa Anda setuju?
Setiap ada orang mengatakan sesuatu yang baik tentang saya, saya tidak akan membantahnya. Saya selalu tertarik dengan manusia di belakang topeng, lebih dari topeng itu sendiri.

Dulu, Anda mengubah nama menjadi Stan Lee dari Stanley Martin Lieber. Anda bilang Anda menyimpan nama lengkap untuk sampul novel besar Amerika yang akan ditulis. Apakah mimpi itu masih ada?
Saya menyadari saya bukan tipe penulis novel. Komik cocok untuk saya karena saya sangat tidak penyabar. Saya bisa menulis komik dalam satu hari. Bergelut dengan novel dari hari ke hari, pekan demi pekan, saya tidak punya kesabaran. Itu hanya mimpi konyol. Saya cukup bahagia dengan keadaan sekarang.

Apakah film dokumenter tentang hidup Anda yang berjudul "With Great Story" itu buah pikiran Anda?
Tidak. Itu bukan ide saya. Awalnya saya kira mereka bercanda. Kemudian saya mulai merasa malu. Dan kemudian mereka mulai mencari foto dan rekaman lama, dan kini itu sudah terjadi selama dua tahun. Saya tidak punya rahasia lagi.

Maksudnya setelah semua orang tahu Anda pencipta Spider-Man -- dan Anda punya masalah menggaet perempuan?
Berita basi. Gelarnya yang membuatku sedikit khawatir. Pertamanya, mereka mengatakan saya perkasa, tapi memang benar kalau dengan kekuatan besar, datang tanggungjawab besar. Omong-omong, ada rumor kalau James Cameron khawatir dokumenter saya akan mengalahkan "Titanic: 3D" miliknya. Jika Anda bertemu dia, tolong bilang padanya jangan cemas.

yahoo.com